Thursday, March 10, 2011

Petikan dari La-Tahzan;6 : Berharaplah Akan Redha Allah Semata.

Allah menciptakan para hambanNya, dan dia menganugerahkan rezeki kepada setiap makhluk ciptaanNya, agar mereka bersyukur kepadaNya.

Cube anda buka kembali catatan dunia tentang perjalanan hidup ini! Dalam salah satu babnya diceritakan : Seorang ayah telah memelihara anaknya dengan baik; ia memberinya makan, pakaian dan minuman; mendidiknya hingga menjadi orang pandai, rela tidak tidur demi anaknya, rela untuk tidak makan asal anaknya kenyang, dan bahkan bersusah payah agar anaknya bahagia. Namun sebaliknya, ketika sudah berkumis lebat dan kuat tulang-tulangnya, tiba-tiba ia menjadi seperti anjing liar, meremehkan jasa orang tua nya. Ia tidak hanya berani menghina, tetapi juga melecehkan, acuh tak acuh, bongkak dan derhaka terhadap orang tua nya. Dan semua itu, ia tunjukkan dengan perkataan dan juga tindakan.

Kerana itu sesiapa saja kebaikannya diabaikan dan dilecehkan oleh orang-orang yang menyalahi fitrahnya, sudah sayugianya menghadapi semua itu dengan kepala dingin. Dan ketenangan seperti itu akan mendatangkan balasan pahala dari Dzat yang perbendaharaanNya tidak pernah habis dan sirna.

Ajakan ini bukan untuk menyuruh anda meninggalkan kebaikan yang telah anda lakukan selama ini atau agar anda sama-sama tidak berbuat baik kepada orang lain. Ajakan ini hanya ingin agar anda tak goyah dan terpengaruh sedikit pun oleh kekejian dan pengingkaran mereka atas semua kebaikan yang telah anda perbuat. Dan janganlah anda bersedih dengan apa sahaja yang mereka perbuat.

Berbuatlah kebaikan hanya demi Allah semata. Maka, anda akan menguasai keadaan, tidak akan terusik oleh kebencian mereka, dan tidak akan merasa terancam oleh perlakuan keji mereka! Anda harus bersyukur kepada Allah kerana dapat berbuat baik ketika orang-orang di sekitar anda berbuat jahat. Dan, ketahuilah bahawa tangan di atas itu lebih baik dari tangan yang dibawah.

Masih banyak orang beraqal yang sering hilang kawalan dan menjadi serabut fikirannya saat menghadapi kritikan atau cercaan pedas dari orang-orang sekitarnya. Mereka seolah-olah belum pernah mendengar wahyu ilahi yang menjelaskan dengan jelas perilaku golongan manusia yang selalu mengingkari Allah. Dalam wahyu itu dikatakan :

......dan manakala kami hapuskan kesusahan itu daripadanya, ia terus membawa cara lamanya seolah-olah dia tidak pernah merayu kepada kami memohon hapuskan sebarang kesusahan yang menimpanya........(yunus:12)

Anda tidak perlu terkejut tatkala menghadiahkan sebatang pena kepada orang bebal, lalu ia memakai pena itu untuk menulis cemuhan kepada anda. Dan anda tidak usah terkejut, bila orang yang anda beri tongkat untuk mengiring kambing gembalaannya justeru memukulkan tongkat itu ke kepala anda. Itu semua adalah watak dasar manusia yang selalu mengingkari dan tidak pernah bersyukur kepada Penciptanya sendiri yang Maha Agung Dan Mulia. Begitulah, kepada Tuhannya saja mereka berani membangkang dan mengingkari, maka apa lagi kepada saya dan anda! 

P/S : Jangan Bersedih, selama anda masih dapat berbuat baik kepada orang lain.(LA-TAHZAN;58)
sabar itu indah.....

1 comment:

  1. petikan ni hanya 80% saya tak taip habis.(panjang sangat) mintak maaf, namun kalau nak bace siri la-tahzan yang lain, bagitau..nanti saya uploadkan :)

    ReplyDelete